Kamis, 04 Juli 2019

HIPERTENSI


Hallo Gaes ...
Jumpa lagi diblog aku
Nah blog aku kali ini mau membahas tentang penyakit yang sering kita dengar, 
Ayo tebak penyakit apa ?
Yap betul penyakit hipertensi. Pasti dari kalian ada yang belum tau apa itu penyakit hipertensikan. biar kalian pada tau semua apa itu hipertensi dan bagaimana sih penyakit hipertensi itu ? Yuk kita baca penjelasan berikut ini, semoga bermanfaat.

Hipertensi
Hipertensi adalah nama lain untuk tekanan darah tinggi. Kondisi Ini dapat menyebabkan komplikasi parah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kematian. Tekanan darah adalah kekuatan yang diberikan oleh darah ke dinding pembuluh darah. Tekanannya tergantung pada pekerjaan yang dilakukan oleh jantung dan resistensi pembuluh darah.

Jenis-jenis hipertensi
Penyakit hipertensi terbagi menjadi tiga berdasarkan tingkatannya, berikut penjelasannya :
1. Hipertensi grade I
Ketika tekanan darah sistole di atas atau sama dengan 140 mmHg, dan tekanan darah diastole di atas atau sama dengan 90 mmHg. Diagnosis hipertensi grade I apabila selama 2 kali pemeriksaan berturut-turut dalam rentang waktu seminggu pasien menunjukkan tekanan darah tersebut.
2. Hipertensi grade II
Ketika tekanan darah sistole di atas atau sama dengan 160 mmHg, dan tekanan darah diastole di atas atau sama dengan 100 mmHg pada satu kali pemeriksaan.
3. Krisis hipertensi
Ketika tekanan darah diastole di atas atau sama dengan 180 mmHg dan tekanan darah diastole di atas atau sama dengan 110 mmHg. Krisis hipertensi sendiri dibagi menjadi 2 :
-        Hipertensi darurat (jika terdapat kegagalan organ vital)
-        Hipertensi urgensi (jika belum terjadi kegagalan organ vital)

Faktor-faktor penyebab hipertensi
·       Hipertensi primer
Hipertensi primer juga disebut hipertensi esensial. Faktor-faktor penyebab:
2.     Gen: Beberapa orang secara genetik cenderung mengalami hipertensi. Ini mungkin dari mutasi gen atau kelainan genetik yang diwarisi dari orang tua.
3.     Perubahan fisik: Jika sesuatu dalam tubuh berubah, Anda mungkin mulai mengalami masalah di seluruh tubuh. Tekanan darah tinggi mungkin menjadi salah satu masalah itu. Misalnya, diperkirakan perubahan fungsi ginjal karena penuaan dapat mengganggu keseimbangan garam dan cairan alami tubuh. Perubahan ini dapat menyebabkan tekanan darah tubuh meningkat.
4.     Lingkungan: Seiring waktu, gaya hidup yang tidak sehat seperti kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang buruk dapat berdampak buruk pada tubuh Anda. Pilihan gaya hidup dapat menyebabkan masalah berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko hipertensi.
·       Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder sering terjadi dengan cepat dan bisa menjadi lebih parah daripada hipertensi primer. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder meliputi:
1.     Sleep apnea obstruktif
2.     Penyakit ginjal
3.     Cacat jantung bawaan
4.     Masalah dengan tiroid
5.     Efek samping obat
6.     Penggunaan obat-obatan terlarang
7.     Penyalahgunaan alkohol atau penggunaan kronis
8.     Masalah kelenjar adrenal
9.     Tumor endokrin tertentu
Ciri-ciri dan gejala hipertensi       
Penderita hipertensi biasanya tidak menunjukkan ciri apapun atau hanya mengalami gejala ringan. Namun secara umum, gejala hipertensi adalah:
·       Sakit kepala parah
·       Pusing
·       Penglihatan buram
·       Mual
·       Telinga berdenging
·       Kebingungan
·       Detak jantung tak teratur
·       Kelelahan
·       Nyeri dada
·       Sulit bernapas
·       Darah dalam urin
·       Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga

Bagaimana pencegahan hipertensi
Seseorang dapat meminimalisir terjadinya penyakit tekanan darah tinggi dengan melakukan pencegahan dini. Di mana pencegahan ini dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menghindari faktor risikonya. Berikut cara mencegah hipertensi yang harus dilakukan :
- Konsumsi makan-makanan yang sehat dan rendah lemak
- Lakukan diet sehat untuk yang memiliki berat badan berlebih
- Pertahankan berat badan ideal
- Hindari kebiasaan merokok
- Hilangkan kebiasaan suka minum-minuman beralkohol
- Lakukan aktivitas fisik yang cukup seperti rajin berolahraga, aktif bergerak, dan lainnya
- Hindari begadang dan kerja di malam hari
- Kendalikan faktor emosianal pada diri Anda
- Banyak makan buah dan sayur
- Batasi konsumsi garam

5 komentar: